NHW Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah
Assalamualaykum...
Bismillah, kembali ke postingan tentang Institut Ibu Profesional (IIP). Kali ini NHW keempat, berkaitan dengan materinya tentang Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah. Pada pembahasan materi Ummi sudah gagal fokus tentang materinya. Ya Ampuun Ummi, baru juga minggu keempat, belum setengah perjalanan kelas matrikulasi udah kehilangan arah. Yess... total pertemuan di kelas matrikulasi ini ada sembilan minggu. Semangat, luruskan niat memperbaiki diri sendiri agar lebih bermanfaat! Minimal untuk lingkaran terdekat, yaitu keluarga sendiri. InsyaAllah bisa meluaskan langkah ke lingkungan yang lebih luas... Aamiin..
Materi mendidik dengan fitrah lebih banyak tentang memperkuat fondasi pribadi kita sebagai istri dan ibu, sebelum mengemban amanah yang telah Allah titipkan. Pasti ada sebab mengapa kita hadir di dunia ini dengan segala kondisinya saat ini, Pasti..! Berkaitan dengan materi - materi sebelumnya, ternyata #NHW_4 ini seperti bahagian untuk menegaskan, mengevaluasi langkah demi langkah yang telah direncanakan, sudahkan sesuai dengan niatan awal? Mengenal fitrah yang ada pada diri sendiri, sebelum mendidik, menyiapkan anak - anak sesuai fitrahnya demi membangun peradaban dari rumah.
Hingga saat ini, InsyaAllah Ummi tetap pada jurusan ilmu yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Ilmu Agama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengasuhan keluarga. Ummi merasa pegangan yang terkuat agar selamat di dunia ini dan kehidupan setelahnya adalah Agama Islam. Saat ini amanah yang utama adalah keluarga, maka Ummi ingin terus belajar dan berusaha mencari amal ibadah sekaligus memaksimalkan diri ini agar bermanfaat bagi keluarga.
Langkah - langkah yang direncanakan melalui checklist sebagai individu, istri dan ibu memang belum semua berhasil terlaksana. Berikut adalah evaluasi checklist indikator sebagai perempuan profesional :
- Checklist indikator sebagai individu hanya point shalat duha yang sama sekali tidak berjalan. Setelah evaluasi dalam 2 minggu ini, Ummi belum maksimal dalam mengatur waktu di pagi hari yang lebih sering ada kejadian tak terduganya. Walaupun demikian, indikator point ini tidak akan dihilangkan sampai bisa terpenuhi, InsyaAllah disisa 2 minggu lagi dalam timebondnya bisa terpenuhi.
- Checklist indikator sebagai istri insyaAllah lebih maksimal pencapaiannya. Apalagi setelah NHW_3 dikerjakan, walaupun si Abi keliatan no respon di permukaan, belakangan ini Ummi merasakan hangatnya cinta kami kembali bersemi. ciyeeehhhh... dan sangat berdampak positif ke Ummi untuk mengerjakan target - target sebagai istri.
- Cheklist indikator sebagai ibu hampir setengahnya tidak terlaksana. Setelah dievaluasi, ternyata masalahnya yang Ummi hadapi sempat dibahas ketika review sebelum NHW_2 jatuh tempo. Ummi kebanyakan target! hehehe... ingin anak bisa ini, bisa itu, ngerti semua hal, tak sabar dalam proses. Terlihat sekali dari checklist yang dibuat pada NHW_2, checklist indikator sebagai ibu ada sembilan target. Sebagian besar target lebih mementingkan output anak, bukan membuat melihat fitrah anak kemudian mengarahkannya. Alhamdulillah, di materi dan #NHW_4 ini banyak sekali koreksinya yang sangat mengena. Ummi sangat mendapatkan pencerahan kenapa di checklist indikator sebagai ibu bisa dikatakan gagal. InsyaAllah akan dievaluasi, diperbaiki dan dievaluasi kembali dengan timebond yang lebih pendek sepertinya.
Hasil membaca, merenung dan mengevaluasi #NHW_3 yang telah dikerjakan minggu lalu ada gambaran yang mulai membuka diri ini bahwa amanah yang diemban saat ini meminta Ummi agar terus belajar sebagai pendidik dan pengasuh yang berlandaskan agama Allah. Suami yang berprofesi sebagai guru, dosen dan penceramah bisa diandalkan dalam menggali ilmu agama yang haq. Potensi anak - anak yang terlihat juga tak jauh dari nafas Islam. Lingkungan kami insyaAllah mendukung proses mencapai tujuan tadi. Bahkan Ummi terfikirkan menambah target yang lebih luas jika target dalam keluarga telah selesai, atau minimal telah on track. Ummi ingin menularkan semangat ini ke orang tua santri atau siswa tentang mendidik anak kembali dari agama, jangan melepaskan tanggung jawab hanya ke madrasah atau sekolah. Saat ini, banyak persepsi orang tua santri bahwa pesantren lebih identik menitipkan anak nakal, susah diatur, bahkan ada yang menyamakan dengan panti asuhan. Astagfirullah...
Jika boleh dispesifikan, maka misi hidup ini adalah sebagai inspirator islamic parenting. Mendidik dan mengasuh anak secara islami, kembali ke pola pendidikan dan pengasuhan berdasarkan Al-Quran dan Hadist namun mengikuti perkembangan zaman. Tahapan ilmu yang ingin dicapai :
- Bunda Sayang : Ilmu pola pendidikan dan pengasuhan berdasarkan Al-Quran dan Hadist
- Bunda Cekatan : Ilmu tazkiyatun nafs, Ilmu manajemen waktu, Ilmu manajemen emosi
- Bunda Produktif : Ilmu menjadi pendidik yang baik dan kompeten
- Bunda Shaleha : Ilmu berkomunikasi produktif, Ilmu memberdayakan diri dalam komunitas
Saat ini, umur Ummi memasuki 32 tahun. Ummi berharap sebelum 40 tahun bisa lebih memberdayakan diri ke masyarakat. Menjalankan misi dengan konsisten, melawan rasa malas, dan terus melakukan perbaikan dalam proses mencapai tujuan. Berikut ini adalah milestone sebagai panduan mencapai misi Ummi :
- KM 0 - KM 1 : Menguasai ilmu pola pendidikan dan pengasuhan berdasarkan Al-Quran dan Hadist
- KM 1 - KM 2 : Menguasai ilmu tazkiyatun nafs, Ilmu manajemen waktu, Ilmu manajemen emosi
- KM 2 - KM 3 : Menguasai ilmu menjadi pendidik yang baik dan kompeten
- KM 3 - KM 4 : Menguasai lmu berkomunikasi produktif dan ilmu memberdayakan diri dalam komunitas
InsyaAllah dalam checklist indikator dalam #NHW_2 telah tersisipkan waktu untuk mencapai milestone KM 0 - KM 1. Indikator checklist tersebut akan bertahap naik level agar setiap milestone dalam mencapai misi terfasilitasi dalam pelaksanaan dan evaluasinya.
Just Do It...!
Yess, i will..!! Untuk apa lelah - lelah mengikuti kelas matrikulasi dengan segala pengorbanannya jika ilmu yang didapatkan menguap begitu saja. Terasa sekali mendapatkan cahaya penuntun, teman pendamping, bahkan cermin di dalam kelas matrikulasi. Jadi kenapa ragu untuk memulai dari KM 0, tak ada kata terlambat untuk belajar. Ummi yakin, Allah jualah yang mengatur langkah ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
#NHW_4
#MendidikDenganKekuatanFitrah
#KelasMatrikulasiIIPBatch5
#KelasMatrikulasiIIPBatch5
Komentar