Kenapa ikut IIP?


Assalamualaykum...

Setiap hari, dari buka mata sampai kembali tidur rasanya Ummi kerjakan rutinitas itu - itu saja. Kalau istilah orang jaman baheula, dapur, sumur, kasur. Duh.. segitunya kah jadi ibu rumah tangga? Koq rasanya sepele ya? Tapi kalo sepele kenapa rasanya menguras energi plus emosi? Apa yang salah?

Itulah awal mula rasanya ingin me-refresh diri ini, menjadikan setiap rutinitas ibu rumah tangga bukan beban tapi kesenangan dalam mencari ridha Allah, mencari berkah dalam hidup, bekal ke akhirat nanti. Setiap rasa lelah datang, emosi pasti tak terkendali, anak - anak atau si Abi pasti jadi sasaran pelampiasan. Akhirnya lega? Gak banget, yang ada penyesalan datang, nagis di balik bantal, huhuhuhu....

Alhamdulillah, tanpa sengaja kenal Indonesia Montessori lewat Instagram. Ada motivasi mendokumentasikan kegiatan belajar sambil bermain dengan anak - anak. Tanpa disadari, bukan hanya anak - anak yang senang, Ummi pun ikut senang karena mereka bisa tertawa lepas dan belajar hal - hal baru. Bahagia itu menular, hehehe. Lewat IMC juga kenal dengan ibu - ibu yang super kreatif berkegiatan dengan anak - anaknya. Follow demi follow sesama member IMC, menambah ilmu cara mereka mengajar dan mendidik dengan asyik, ilmu parenting, dan banyak hal lainnya yang membuka hati dan pikiran kalau ibu rumah tangga tuh gak sepele. Malah akhirnya semakin melecut semangat menyegerakan selesai urusan domestik lalu bermain sambil belajar bersama anak - anak.  

Ada salah satu posting dari ibu member IMC (gak usah sebut namanya ya..) yang bikin penasaran hastagnya #tantanganharikesekian #bundasayang #levelsekian. Ini ngapain sih? Mau donk Ummi ditantang juga. Itulah awal mula kenal Institut Ibu Profesional alias IIP, karena mau ditantang dengan tugas supaya gak males mencari kegiatan sama anak. Jadi si ibu ini bisa konsisten ikut tantangan di IIP, posting juga kegiatan montessori dengan anaknya, sesekali juga posting tentang parenting. Rasanya seperti menemukan air es di padang gurun, hehehe....

Buka akun Instagram IIP, follow, cari info kapan buka batch berikutnya. Waktu itu masih berjalan kelas matrikulasi batch 2 kalau gak salah ingat. Sambil menunggu pembukaan kelas, terus mencari info apa aja yang dipelajari, ditantang apa aja, harus seperti apa. Ternyata dapat temuan yang buat nyali kisut, ada tugas membuat surat cinta untuk suami. Ya ampun, gimana bisa dikerjain? bisa gak lulus deh, rugi ikut kelas kalau harus mengemis cintah. Cemen banget ya alasanya, hahaha... Soalnya si Ummi dan si Abi jarang cerita romantis begitu, gengsi donk mulai duluan. Mundur seribu langkah untuk daftar.

Masih dengan hobi posting kegiatan anak, keliling Instagram sana sini masih terus penasaran dengan montessori. Hingga akhirnya tersentil dengan salah satu kulwap dengan mba Julia Sarah Rangkuti. Kata pembukanya dari mba JSR kurang lebih begini, 

"Sedikit pengantar ttg materi hari ini : Metode Montessori hanyalah salah satu metode pendidikan usia dini. Masih banyak metode pendidikan anak usia dini lainnya, seperti: waldrof, reggio emilia, charlotte mason, sentra, dll. Apakah metode Montessori yang terbaik untuk anak kita? Belum tentu..
Maka, fokuslah pada tujuan (visi misi pendidikan) anak, jangan fokus pada metodenya. Yang cocok pada orang lain belum tentu cocok dengan keluarga kita. Belajarlah mengenal berbagai macam metode pembelajaran utk anak usia dini setelah mempelajari teori perkembangan anak. Ambil yang baik, tinggalkan yang tidak baik.. Khusus yang Muslim, utamakan belajar pendidikan anak dalam Islam (tarbiyatul Aulad) sebelum mempelajari yg lainnya. Tetap semangat bertumbuh bersama buah hati"

Nyesss.... Ya Allah, kemana aja Ummi ini. Anaknya sibuk diajarin ilmu dunia, terus kapan diajarkan tentang Islamnya. Sempat bingung mau cari referensi kemana, sama siapa, dan berbagai kegalauan lainnya. Entah kenapa saat itu kembali ketemu dengan kegiatan - kegiatan di IIP. Bismillah, klik daftar. Sehari, seminggu, sebulan gak juga ada kabar pembukaan kelas. Sampai akhirnya terlupa pernah daftar apa gak ya, koq gak pernah ada postingan tentang IIP lagi. 

Tiba - tiba lagi sibuk mau persiapan liburan ke Lhokseumawe - Banda Aceh, ada yang invite ke grup WA. Ini grup apa ya? pada gak kenal nomornya sau orang pun. Sehari kemudian ada pembukaan dari bahwa ini kelas persiapan Matrikulasi IIP. Ya Allah, itu antara seneng, sebel, sedih campur aduk. Lagi mau liburan ko malah mau buka kelas, kan udah hawa - hawa mau santai di pantai.  

Entah kenapa, walaupun lagi liburan tapi semua info matrikulasi IIP tetap terserap dan semakin membulatkan tekad. Seolah - olah ini pintu masuk Ummi menjadi istri, ibu, anak dan individu yang lebih baik. Hilang semua cemas disuruh buat surat cinta, karena tugasnya itu bisa dibuat bersifat rahasia alias cuma fasilitator yang bisa mengakses, hehehe....

Kurang lebih begitulah kenapa ikut IIP. Ummi saat ini terdaftar di kelas Matrikulasi Batch ke-5 Sumatera Utara (MIIPB5 Sumatera Utara), sekelas ada 40 peserta, 1 Fasilitator, 1 Guardian dan 1 Manager Online IIP Sumut. Mudahkanlah Ya Allah dalam langkah mencari ilmu memperbaiki diri ini dan mempersiapkan anak - anak kelak menjalani kehidupannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My vba2c story

Puasa Minggu ke-3

NHW Adab Menuntut Ilmu