NHW Membangun Peradaban dari dalam Rumah


Assalamu'alaykum...
Bismillah, postingan kali ini tentang Nice Homework alias NHW ke-3 dari kelas Matrikulasi IIP batch ke-5. Materi yang berkaitan dengan NHW ini adalah "MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH". Materi yang kuat dan dalam maknanya, mengingatkan kita bahwa setiap individu punya misi spesifik lahir ke dunia ini. Sejak dilahirkan, mendapatkan didikan keluarga, memilih pasangan, menikah, memiliki anak hingga lingkungan tempat tinggal ada pesan rahasia Allah tentang misi spesifik tadi. Subhallah...  pencerahan sekali rasanya materi ini.

Setelah materi, tentunya datanglah #NHW_3. Setiap NHW semakin menantang untuk memperbaiki diri, semakin menyentuh hati ini terus mendekat ke Illahi. Dan yang kali ketiga ini membuat Ummi tersenyum - senyum sampai menangis semalaman. Lah... Ummi lebay? Mungkin.. tapi serius loh, demi point pertama dari #NHW_3 yaitu, membuat surat cinta, jadi buka email lama dari si Abi sebelum nikah sampai buka album foto nikahan. Flashback yang membuat kembali hati ini berbunga - bunga. Yess.. I'am feeling in love again with you my Imam..!

Kamis malam suaratnya sudah selesai ditulis, gimana mau ngasihnya yaaa..? Kalau langsung kasih khawatir muka ini langsung berubah jadi merah. Aha.. besok hari jum'at si Abi banyak kegiatan di luar rumah, simpen di mobil aja deh, supaya dibaca disela kegiatannya. Menjelang jum'at langsung watsapp kasih tau ada surat cinta.



Hmm... gak tau maksud respon si Abi ini apa. Mau menyimpulkan takutnya salah persepsi, kegeeran sendiri. Semoga saja surat cinta Ummi membuat kami berdua merecharge rasa cinta dan kasih sayang.

Alhamdulillah, tahun ini memasuki ulang tahun perkawinan yang ke-8, tepatnya tanggal 29 Mei nanti. Sampai saat ini kami telah dititipkan 3 orang buah hati, Izza Humaira (6y10mo), Muhammad Esham (alm), dan Hilya Asfiya (22mo). Hari - hari kami saat ini dipenuhi keceriaan 2 bidadari istimewa dari Allah.

Anak pertma kami, Izza telah duduk dibangku kelas satu sekolah dasar. Dari usianya yang masih balita sudah sangat terlihat anak yang penyayang dan ramah. Saat Ummi harus melahirkan adiknya, Esham, kondisi yang dihadapi tidak memungkinkan Izza tetap bersama kami di rumah sakit. Terpaksa Izza pulang bersama neneknya. Selama di rumah neneknya bilang, ia terus menunggu kami pulang membawa adiknya hingga ia tertidur sendiri karena kelelahan. Keesokan harinya Izza datang menjenguk setelah prosesi pemakaman adiknya selesai, ia langsung bisa membaca kesedihan hati Ummi, dia langsung mencium dan memeluk sambil berkata "kakak sayang Ummi, Ummi jangan sedih lagi ya..." Saat itu usianya baru tiga tahun, namun sangat bijaksana dalam berbicara. Izza juga termasuk anak yang sabar dan penurut. Sering kali jika ada permintaannya yang belum bisa kami penuhi ataupun memang tidak mungkin dipenuhi, Izza mau mendengarkan pengertian dari kami, tidak mernah menjadi merajuk apalagi sampai tantrum. Izza mempunyai kegemaran membaca buku, menggambar, melakukan percobaan sains di rumah, dan ceria pembawaannya. Abinya pernah melihat potensi Izza untuk menjadi pendakwah, InsyaAllah kami akan membawa Izza untuk mencoba tinggal di pondok setelah tamat sekolah dasar.

Muhammad Esham, anak kedua kami. Ia lahir di usia kandungan 39 minggu dan meninggal di hari yang sama setelah 6 jam berusaha bertahan hidup. Esham tak bersuara ketika dilahirkan, ia tak mampu hidup setelah tali penghubung kami berdua diputuskan, karena ia terlahir dengan kelainan jantung. Dokter memvonisnya hanya bertahan jika dibantu alat - alat medis sepanjang hayatnya. Ternyata sang Khalik hanya sebentar menitipkannya pada kami. InsyaAllah postingan tentang Esham akan Ummi buat khusus dilain waktu.  

Anak ketiga kami, Hilya Asfiya yang saat ini berusia 22mo sangatlah banyak tingkah lakunya yang tak terduga. Ia sangat banyak kemajuan dalam motorik halus dan kasar serta kemandiriannya. Diusianya saat ini, Hilya sudah sangat mantab memegang pinsil, makan mengunakan sendok, memegang gelas. Hilya juga terkenal ramah dengan orang baru, tak segan menyapa dan memberikan salam. Rumah kami memang sekalian dengan kantor, jadi anak - anak terbiasa dengan orang baru. Kami pernah melihat Hilya berpotensi menjadi seorang psikolog, kami berencana mengarahkannya ke bidang psikologi Islam.

Point ketiga dari #NHW_3 ini adalah melihat potensi yang ada pada diri sendiri. Ummi pada dasarnya suka mengajar, berbagi ilmu namun dengan metode menyenangkan terutama dengan praktek atau mencoba langsung. Sejak kuliah Ummi telah mencoba menjadi asisten lab, dan merasakan mempunyai passion dalam bidang mengajar. Saat ini sedang memperdalam montessori untuk membantu proses belajar dan mengajar anak - anak. Ada hal yang menarik disana karena dalam proses mengajar anak tidak tertekan dan terpaksa.

Potensi lainnya adalah Ummi suka hal yang terorganisir. Contoh kecilnya adalah, berusaha hanya 1x sebulan untuk berbelanja kebutuhan rumah sebulan, berbelanja kebutuhan masak - memasak 1x dalam seminggu, sehingga mengefisienkan waktu dalam urusan domestik. Ada rasa puas dan senang jika hal yang sudah direncanakan berjalam lancar bahkan menambah waktu luang untuk berkegiatan lain.

Point terakhir adalah mencoba membaca arti kehadiran diri ini di lingkungan saat ini. Kami sekeluarga tinggal di dalam lingkungan pesantren. Ayah mertua telah mempersiapkan suami untuk melanjutkan pesantren yang beliau dirikan bersama beberapa rekannya yang lain. Rumah kami sekaligus kantor yang berada dalam lingkungan pesantren, sebelah kiri rumah ada masjid, sedangan lingkungan luar sebagian besar adalah keluarga pensiunan. Anak - anak telah terbiasa melihat lingkungan pesantren, santri - santri yang tinggal jauh dari rumah dan orang tuanya, hidup mandiri.dan sederhana. Ummi membiasakan anak melihat itu sebagai hal yang wajar, karena kelak setiap individu harus bertahan hidup sendiri yang terpenting tak lupa Allah, selalu bersyukur dengan kehadiran keluarga yang saling sayang dan memperhatikan. Lingkungan luar yang sebagian besar pensiunan, banyak mengontrakkan rumahnya dan banyak yang Ummi temui kondisi ekonominya dibawah rata - rata. Kondisi ini juga membuat Ummi semakin giat untuk bersedekah,mengajak anak - anak berbagi dengan tetangga, hidup sederhana dan sopan terhadap orang tua walaupun keadaan mereka susah. Tantangan yang sangat terasa di lingkungan ini adalah harus siap rumah terbuka kapan saja untuk siapa saja. Posisi suami yang belum sepenuhnya di pesantren, membuat begitu ia hadir di rumah kami harus siap jika Abi menjumpai tamu pesantren terlebih dahulu.

Semoga #NHW_3 ini menjadi pencerahan bagi Ummi untuk terus menggali misi spesifik yang Allah amanahkan melalui kehadiran suami, anak - anak dan lingkungan saat ini. Belajar sepanjang hayat, terus menjalankan hidup ini sambil mencari jalan yang mendekati sang Khalik.

#NHW_3
#MembangunPeradabanDariDalamRumah
#KelasMatrikulasiIIPBatch5 













Komentar

Postingan populer dari blog ini

My vba2c story

Puasa Minggu ke-3

NHW Adab Menuntut Ilmu