My vba2c story
Assalamualaykum Ghaida...
Alhamdulillah Ya Allah...
Sampai saat ini rasanya masih takjub, Allah mengijabah do'a untuk bisa kembali merasakan melahirkan pervaginam. Setelah melahirkan Izza secara normal 2011 lalu, kemudian melahirkan Esham (2014) dan Hilya (2016) melalui operasi cesar. Iyaa.. pernah merasakan melahirkan via "pintu" dan "jendela". Jadi tulisan ini bukan untuk pembenaran salah satu cara melahirkan yang terbaik dan benar ya, keduanya sama - sama baik dan benar demi keselamatan ibu dan bayi tentunya. Pilihan cara melahirkan sepenuhnya ada pada sang ibu dan bayi, provider hanya membantu. Itu kata kuncinya 😊
Diusia Hilya 18 bulan mendapat rezeki hamil kembali. Rasa syukur sekaligus khawatir muncul, syukur akan kehadiran si buah hati namun membayangkan akan kembali berbaring di meja operasi dgn lampu super terang langsung menciutkan nyali. Masa pemulihan yang lama juga sebab menghindari SC. Dari kehamillan Hilya sebenarnya sudah berusaha vbac, namun ada 1 hal yg tak terduga provider aka Sp.OG tidak ada ditempat menjelang HPL. Yang akhirnya kebingungan dan pasrah menerima keputusan spog baru disaat mepet, SC kembali krn SBR (Segmen Bawah Rahim) yang tipis dan BB bayi yang konon sudah 3.5kg. Ternyata eh ternyata Hilya lahir mungil, 2.8kg, 47cm. Alhamdulillah semua selamat, walaupun dalam hati kecil rasanya nyesek gagal vbac 😔
Dari awal kehamilan kami "jajan" ke enam Sp.OG, hanya dua dokter yang memberikan sinyal positif mendukung vbac di kota Medan ini. Faktor sudah 2 kali SC meningkatkan resiko rupture rahim, bgtulah kira2 kesimpulannya. Bahkan ada salah satunya yang langsung skak mat sekali SC ya berikutnya SC. Akhirnya fix kontrol dgn salah satu dokter menjelang UK 30w, dr. Khairani Sukatendel, Sp.OG di RS.Murni Teguh. Ini juga dapet rekomendasi dari mba farah yg juga berhasil vbac dgn beliau. Beliau support asalkan si ibu memberdayakan diri, mau belajar dan tidak menyalahkan provider jika gagal vbac. Konsultasi sama beliau juga nyaman, bahkan birth plan kami ditandatangani setelah 2x diskusi. Nampaknya beliau paham kalau semakin banyak pasien yang ingin gentle birth.
Mencari doula alias pendamping persalinan juga dilakukan. Ini juga hasil diskusi sama teman sesama vba2c. Akhirnya ketemulah sama akun IG @bidan_eka. Walaupun lumayan jauh lokasinya dari rumah, setiap sabtu siang dari UK 32 ikut kelas yoga, edukasi dan relaksasi. Banyak sugesti positif yang di dapat setelah relaksasi, dan ini membantu sekali sewaktu menghadapi kontraksi. Cara mengatur nafas, mengikhlaskan rasa yang datang saat kontraksi, dll.
Iktiar yang pertama kali dilakukan adalah mencicil membaca buku "Bebas Takut Hamil dan Melahirkan" bu Yessie @bidankita. Ada tips dari bu bidan yang cukup ampuh jadi penyemangat hingga akhir, menuliskan semua perjalanan kehamilan, memvisualisasikan proses melahirkan yang diharapkan, dan jadi cara juga untuk melepaskan beban dan trauma proses kehamilan dan melahirkan sebelumnya. Sehari sebelum melahirkan sempat mau menyerah untuk melahirkan pervaginam karena sudah lewat HPL, akhirnya membaca lagi tulisan ttg kenapa ingin sekali vbac. Alhamdulillah, jadi semangat kembali tercharge.
Membaca postingan di @bidankita termasuk proses melahirkan yg direpost dari @birthtube @badassmotherbirther dll gak pernah absen. Awalnya takut, tapi memberanikan diri karena memang nanti pasti terjadi dan utk edukasi diri juga mensugestikan proses lahiran alami ya seperti itu. Karena demi sukses vbac, proses kontraksi harus alami, no iduksi no epidural. Tujuannya mencegah rupture rahim.
Selanjutnya membuat to do list per UK, terutama trisemester akhir yang semakin banyak yang disiapkan dan bertahap naik levelnya.
💗💗💗 To Do 💗💗💗
Trisemester Pertama
- Makan bergizi dan cukup
- Gamat Gold 1x1 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 2x smgg
Trisemester Kedua
- Makan bergizi dan cukup
- Gamat Gold 2x1 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 3x smgg
- Yoga min. 1x seminggu
Trisemester Ketiga
• UK 28 week •
- Gamat Gold 2x1 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 3x smgg
- Yoga min. 2x seminggu
- 7 butir kurma sukari
- 1 sdm EVOO seminggu sekali
• UK 32 week •
- Puasa Ramadhan full
- Sukari 3 butir sahur & 7 butir berbuka atau jus kurma + susu beruang
- Gamat Gold 2x2 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 4x smgg
- Yoga min. 2x seminggu
- Zumba 30 menit *kalau tdk ada olahraga sama sekali seharian
- latihan diatas gym ball
- 1 sdm EVOO seminggu 3x
• UK 36 week •
- 7 butir kurma sukari setiap hari
- Gamat Gold 2x2 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 4x smgg
- Yoga min. 2x seminggu
- Zumba 30 menit *kalau tdk ada olahraga sama sekali seharian
- latihan diatas gym ball
- latihan jongkok berdiri 5x sblm dan sesudah shalat fardhu
- 2x1 sdm EVOO
- 1x seminggu perineum massage
- 1x seminggu di bekas luka SC massage
• UK 38 week •
- 7 butir kurma muda atau sukari setiap hari
- Gamat Gold 2x2 sdm
- jalan kaki 20 - 30 menit min 4x smgg
- Yoga min. 2x seminggu
- Zumba 30 menit *kalau tdk ada olahraga sama sekali seharian
- latihan diatas gym ball
- latihan jongkok berdiri 5x sblm dan sesudah shalat fardhu
- 2x1 sdm EVOO
- 2x seminguu perineum massage
- induksi alami dgn makan atau jus nanas, markisa, durian
Persiapan mental yang pasti shalat fardhu, shalat sunnah, khatam al-qur'an minimal 1x, tarawih alhamdullillah full..
29 Juni
Periksa terakhir sebelum HPL (8 Juli) masih aman semua, baik bayi, air ketuban, SBR. Disaat itu langsung ditanya sama dokter gmn kalau 8 Juli blm ada kontraksi. Spontan meminta utk menunggu seminggu kedepan. Alhamdulillah diperbolehkan asal setiap 3 hari stlh HPL datang utk periksa. Ada permintaan khusus mmg yang dibisikan sama si bayi, supaya lahir di tanggal 11, di hari lahir abinya. 😁.
8 Juli
Kontrol lagi, masih adem ayem dalam perut. Kondisi masih aman semua. Perbanyak induksi alami, jalan pagi, yoga dan zumba. Semua dibuat demi datang sinyal - sinyal melahirkan 😀
10 Juli
H+2 HPL sesekali kontraksi datang tapi pelan dan jarang dari siang hari. Tengah malam datang tanda pertama, bercak darah. Semakin semangat makan nanas dan durian sambil ngegym ball 🤣
11 Juli
Setelah subuh dengan pede berangkat ke RS. Sepanjang jalan ke RS datang kontraksi per 15 menit. Masuk ruang delivery, langsung stress liat ada lampu sorot spt di ruang operasi, kontraksi hilang entah kemana. Setelah di VT, ternyata pembukaan 1 alias blm ada bukaan donk 😅. Sama dokter gak boleh pulang lagi. Minta second opinion, WAan sama bu @bidaneka lebih baik menunggu di rumah biar lbh rileks. Akhirnya, minta izin sarapan dan jalan2 di bawah RS. Merasa gak ada kontraksi sama sekali trus minta izin ke dokter dtg lagi kontrol sore. Hasil kontrol masih aman untuk menunggu 3 hari kedepan. 😊
12 Juli
Pagi hari diajak kontrol ke bidan eka sama abi. Mungkin sudah terbaca kalau nyaman ditangani bidan daripada dokter 😋. Diperiksa dan dirileksasi sama tim bidan eka, berasa dicharge semangat menanti lahiran dengan ikhlas. Sorenya sesekali kontraksi datang, pakai aplikasi kontraksi nyaman dari @bidankita masih berjarak. Takut kecewa lagi, masih bertahan nunggu abi pulang. Magrib sempat tidur karena luar biasa mengantuk. Stlh isya abi pulang, kontraksi makin intens dan rapat tapi blm mau berangat. Jam 9an semakin menjadi rasanya, siap2 mau berangkat. Ada rasa mau pipis, jadi ke kamar mandi dlu. Di depan pintu kamar mandi koq rasanya ingin mengejan tapi ditahan, ternyata darah segar udh mengalir. Dipapah keluar kamar, dorongan mengejan datang lagi, liat kebawah ternyata kepala bayi udh keluar masih utuh dengan selaput ketuban. Abi langsung pergi nyari bidan terdekat. Dibantu mama untuk rebahan di lantai, mengejan 3x kemudian sekitar 21.30 landing lah anak bayi di rumahnya sendiri.😍😍😍 Langsung IMD sambil dibersihkan seadanya, 10 menit kemudian datang bidan membantu dan dapat bonus obras luar dalam. 😁😁😁
Alhamdulillah, bi iznillah, kuasa Allah apa yang terjadi malam itu. Masih takjub dengan proses Ghaida dilahirkan. 😍😇😊
Terima kasih sudah berjuang bersama buah hatiku.. ❤️❤️❤️
#vbacstory #vbac #vba2c #pejuangvbac #successfullvbac #ghaidahannani





Komentar