Ceritaku menghadiri Diseminasi dan Sosialisasi Pemanfaatan Buku Profil Pelajar Pancasila

Pernah mendengar sebuah pepatah yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kira - kira bunyinya adalah "perlu orang sekampung untuk mendidik seorang anak"? Kalau saya pribadi, sepakat dan rasa - rasanya betul adanya. Seorang anak tumbuh menjadi pribadi dengan melihat dan mendengar dari saat membuka mata hingga waktunya tidur kembali, itulah yang membentuk pribadinya,

Pendidikan karakter adalah salah satu bagian penting dari pendidikan itu sendiri. Dan lagi - lagi semua pihak perlu menyadari, bahwa kita semua berperan. Jadi, yakin mau menyerahkan pendidikan anak begitu saja tanpa pendampingan? Jangan ya buu, jangan ya pak...

 

 

Rabu, 11 September 2024 saya mewakili Sidina Community menghadiri kegiatan Diseminasi dan Sosialisasi Pemanfaatan Buku Profil Pelajar Pancasila di Provinsi Sumatera Utara. Acara dilangsungkan di BBPP MPV BBL Jl. Setiabudi No.75, kota Medan. Peserta yang hadir tidak hanya dari komunitas, tapi juga perwakilan guru negeri dan swasta, para orang tua murid dan ada juga orang tua murid yang aktif dalam komite sekolah anak. Menarik sekali, semua pihak yang terlibat pendidikan diajak duduk bersama disini. Tentang apakah yang dibahas?

Sebelum acara dimulai, setiap peserta yang hadir dibagikan 7 buah buku. Buku Saku Profil Pelajar Pancasila dan 6 buku lainnya adalah buku yang membahas dimensi - dimensi dalam profil pelajar pancasila, yaitu :

  1. Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia 

  2. Dimensi Berkebinekaan global

  3. Dimensi Bergotong-royong 

  4. Dimensi Mandiri 

  5. Dimensi Bernalar kritis 

  6. Dimensi Kreatif.
     

 

Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala BBPP MPV BBL, Bapak Drs Rasoki Lubis, M. Pd. Beliau menyampaikan bahwasanya pendidikan karakter butuh waktu yang panjang, maka kita yang hadir semoga bisa semakin memahami kemudian mensosialisasi tentang Profil Pelajar Pancasila ini kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian kita kepada bangsa dan negara. Lalu Ibu Dian Srinursih selaku Koordinator Substansi PPP dan Inklusivitas menyampaikan dalam sambutannya penguatan karakter penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Ancaman, antipasti terhadap ideologi Pancasila harus terus dilakukan. Maka dibuatlah buku saku profil pelajar pancasila dan dimensi - dimensinya ini untuk orang tua murid dan pendidik tingkat sekolah dasar. Selain membantu pemahaman juga mempermudah dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

 

 

Acara kemudian dibuka secara daring oleh Ibu Rusprita Putri Utami, Kepala Puspeka Kemdikbudristek. Puspeka membuat buku pendamping profil pelajar pancasila untuk orang tua murid dan pendidik tingkat sekolah dasar dengan tujuan :

  • Untuk peningkatan penguatan karakter,

  • Meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan buku ini,

  • Meningkatan pengetahuan dan pemahaman profil pelajar pancasila,

  • Untuk mendorong penerapan profil pelajar pancasila di masyarakat, 

  • Meningkatkan nilai indeks penguatan karakter.


Praktik Baik Implementasi Penguatan Karakter di Kota Medan

Paparan materi pertama oleh Bapak Bambang Sudewo, S.Pd, M.Pd selaku Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Medan. Beliau memberikan paparan dan diskusi praktik baik implementasi penguatan karakter dengan menerapkan Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktik baik pembinaan penguatan karakter, sebagai guru dan orang tua kita sendiri yang menjadi contoh untuk anak - anak kita. 

Pendidikan karakter tidak bisa berhenti kepada kapan pun. Sebagai contoh, bagaimana anak bersikap kepada teman sebaya, yang lebih tua, kepada hean, tumbuhan, alam ini ada di dalam dimensi akhlak mulia. Bagaimana bapak dan ibu bisa bersinergi dengan orang tua murid untuk melakukan pembinaan karakter untuk mencapai tujuan kita bersama yaitu anak didik yang berpendidikan karakter.

Program dan Kebijakan Pusat Penguatan Karakter

Paparan berikutnya adalah dari Analis puspeka, Bapak Hendarman M.Sc, P.Hd. Beliau menyampaikan bahwa, figure orang tua terlalu melekat pada sosok ibu, isu fatherless sudah hal nyata sekarang ini. Padahal pendidikan karakter muncul dari kehadiran dari pihak ayah dan juga ibu. Berdasarkan hasil Asesmen Nasional untuk kota medan, indeks nilai Pendidikan karakter mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Namun masih perlu untuk perbaikan dan mempertahankannya.  

Diseminasi Buku Panduan dan Buku Saku Profil Pelajar Pancasila sudah dilakukan di 7 provinsi yaitu: Gorontalo, Bali, Maluku, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara  merupakan provinsi ke-7 diadakannya acara ini.

Sosialisasi Buku Saku Profil Pelajar Pancasila dan 6 Dimensinya

Salah satu penyusun buku saku Profil Pelajar Pancasila, yaitu Ibu DR (cand). Esty Faatinisa, S.Psi, S.Pd, M.Pd. hadir dalam acara untuk menjelaskan lebih lanjut isi dan makna agar memudahkan pemahaman para peserta dan mempercepat proses sosialisasi ke masyarakat secara luas.

Penyampaian beliau sangat mudah dicerna dan menyenangkan sehingga para peserta memahami dengan baik. Buku saku Profil Pelajar Pancasila untuk anak sekolah dasar ini juga tersedia dalam bentuk elektronik yang bisa diunduh gratis di link: https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/buku-pendamping-orang-tua-siswa-jenjang-sd/  

Selain itu Puspeka juga memberikan sumber konten yang mudah kita akses di sosial media resmi Puspeka lhoo, terutama di channel youtube, Instagram, TikTok puspeka yaitu @cerdasberkarakterkemdikbudri.  Dan banyak sekali produk elektronik pendamping pendidikan karakter yang dapat kita gunakan secara gratis sebagai contohnya adalah buku dongeng yang dapat diakses di bit.ly/seharisatudongeng. Wah ternyata banyak, lengkap dan yang utama gratis  ya yang dapat kita akses.

 


Pentingnya kehadiran buku saku Profil Pelajar Pancasila dan 6 Dimensinya adalah :

  • Meningkatan pengetahuan dan pemahaman profil pelajar pancasila baik untuk orang tua murid, pendidik dan masyarakat umum,

  • Untuk mendorong penerapan profil pelajar pancasila di masyarakat karena disertai oleh contoh praktik baik yang dapat dilakukan,

  • Meningkatkan praktik baik pendidikan karakter yang semakin luas 

 

 

Senang rasanya hadir disini, melihat kegiatan Puspeka mengundang banyak pihak yang bisa mempercepat sosialisasi Pendidikan karakter dengan adanya buku saku Profil Pelajar Pancasila. Semoga acara ini berbuah manis seperti slogan yang Puspeka selalu gaungkan  #CerdasBerkarakter. SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

My vba2c story

Puasa Minggu ke-3

NHW Adab Menuntut Ilmu