Liburan ke Taman Berkuda Medan
Assalamulaykum...
MasyaAllah.. kelamaan gak nulis dimari, berdebu dan banyak sawang alias rumah sang laba - laba nampaknya ya 😁. Kangen juga ternyata menuangkan rasa dalam tulisan yang cukup panjang. Akhir - akhir ini hanya menulis di Instagram sebatas tugas kelas Bunsay, hehehe..
Liburan sekolah semester ganjil yang lalu, umi sangat semangat membawa anak - anak refreshing. Menghilangkan jenuh akan rutinitas harian namun tetap terkontrol alias tetap bermanfaat. Melihat beberapa ajakan fieldtrip disekitaran kota Medan, sangat sayang dilewatkan, salah satunya menikmati dan belajar olahraga sunnah di Taman Berkuda Medan.
Taman berkuda medan ini letaknya ternyata gak terlalu jauh dari rumah kami. Alamat tepatnya di Jalan Anggrek Raya, simpang selayang. Kira - kira 20 menit dari rumah. Kami ikut fieldtrip di pagi hari, berharap anak - anak masih fresh, karena Hilya masih rutin tidur siang dan biasanya bisa sampai ashar baru terbangun. Berangkat pukul tujuh dari rumah, sampai disana sudah ramai teman - teman dan menanti acara dimulai.
Pukul 8 acara dimulai dengan mendengarkan siroh dari bunda Dewi tentang olahraga sunnah ini yang memang diajarkan Rasulullah. Semua anak antusias mendengarkan sambil melihat kuda yang sudah mulai disiapkan di lapangan. Sekitar 15 menit kemudian, ibu Ayu mengajak anak - anak pemanasan sejenak, menyiapkan badan agar siap berkuda dan memanah. Setelahnya kami di briefing tentang susunan acara. Seluruh anak dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kak Izza dan Hilya termasuk di kelompok kedua yang akan melakukan memanah terlebih dulu. Sedangkan kelompok pertama boleh berkuda terlebih dahulu.
Pengalaman pertama untuk kami semua olahraga yang satu ini. Umi pun sigap menemani anak - anak, khawatir enggan mencoba umi sigap untuk menggantikan praktek memanah maksudnya, hehehe. Alhamdulillah semua anak dipandu pelatih, masing - masing anak mencoba tiga anak panah. Kak Izza kebagian 5x, karena adek Hilya cuma mau sekali saja. Lumayan lah, jadi ngerti cara mengaitkan anak panah ke busur sendiri. Bahkan kak Izza 2x berhasil mengenai papan sasaran. Tapi dibantu abang petihnya, hihihi..
Berkuda adalah arena kedua yang kami jajal. Kak Izza maju terlebih dahulu, dua kaliu putaran dan tetap didampingi pelatih kuda. Giliran kedua Hilya, lagi - lagi kak Izza dapat rezeki naik lagi. Hilya karena masih kecil harus ada pendamping. Hilya memilih kak Izza untuk menani naik kuda daripada umi, padahal dah mupeng lah naik kuda, hahaha..
Setelah memanah dan berkuda, semua peserta bebas memberi makan kuda, domba ataupun mandikan kuda. Kuda yang ada bisa dikatakan sudah jinak, karena tanpa prngawasan pun mereka bisa dipegang oleh anak - anak. Bagian terseru tentunya memandikan kuda, semua ingin menyikat badan kuda, menyiram air yang berujung anak - anak ikutan mandi, hehe...
Pada kesempatan itu, setiap anak hanya membayar 25 ribu untuk menikmati berkuda dan memanah. Sudah sangat murah meriah dan anak - anak sangat senang dan berkesan tentunya. Yuk, yang di medan coba datang langsung. 😊
MasyaAllah.. kelamaan gak nulis dimari, berdebu dan banyak sawang alias rumah sang laba - laba nampaknya ya 😁. Kangen juga ternyata menuangkan rasa dalam tulisan yang cukup panjang. Akhir - akhir ini hanya menulis di Instagram sebatas tugas kelas Bunsay, hehehe..
Liburan sekolah semester ganjil yang lalu, umi sangat semangat membawa anak - anak refreshing. Menghilangkan jenuh akan rutinitas harian namun tetap terkontrol alias tetap bermanfaat. Melihat beberapa ajakan fieldtrip disekitaran kota Medan, sangat sayang dilewatkan, salah satunya menikmati dan belajar olahraga sunnah di Taman Berkuda Medan.
Taman berkuda medan ini letaknya ternyata gak terlalu jauh dari rumah kami. Alamat tepatnya di Jalan Anggrek Raya, simpang selayang. Kira - kira 20 menit dari rumah. Kami ikut fieldtrip di pagi hari, berharap anak - anak masih fresh, karena Hilya masih rutin tidur siang dan biasanya bisa sampai ashar baru terbangun. Berangkat pukul tujuh dari rumah, sampai disana sudah ramai teman - teman dan menanti acara dimulai.
Pukul 8 acara dimulai dengan mendengarkan siroh dari bunda Dewi tentang olahraga sunnah ini yang memang diajarkan Rasulullah. Semua anak antusias mendengarkan sambil melihat kuda yang sudah mulai disiapkan di lapangan. Sekitar 15 menit kemudian, ibu Ayu mengajak anak - anak pemanasan sejenak, menyiapkan badan agar siap berkuda dan memanah. Setelahnya kami di briefing tentang susunan acara. Seluruh anak dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kak Izza dan Hilya termasuk di kelompok kedua yang akan melakukan memanah terlebih dulu. Sedangkan kelompok pertama boleh berkuda terlebih dahulu.
Pengalaman pertama untuk kami semua olahraga yang satu ini. Umi pun sigap menemani anak - anak, khawatir enggan mencoba umi sigap untuk menggantikan praktek memanah maksudnya, hehehe. Alhamdulillah semua anak dipandu pelatih, masing - masing anak mencoba tiga anak panah. Kak Izza kebagian 5x, karena adek Hilya cuma mau sekali saja. Lumayan lah, jadi ngerti cara mengaitkan anak panah ke busur sendiri. Bahkan kak Izza 2x berhasil mengenai papan sasaran. Tapi dibantu abang petihnya, hihihi..
Berkuda adalah arena kedua yang kami jajal. Kak Izza maju terlebih dahulu, dua kaliu putaran dan tetap didampingi pelatih kuda. Giliran kedua Hilya, lagi - lagi kak Izza dapat rezeki naik lagi. Hilya karena masih kecil harus ada pendamping. Hilya memilih kak Izza untuk menani naik kuda daripada umi, padahal dah mupeng lah naik kuda, hahaha..
Setelah memanah dan berkuda, semua peserta bebas memberi makan kuda, domba ataupun mandikan kuda. Kuda yang ada bisa dikatakan sudah jinak, karena tanpa prngawasan pun mereka bisa dipegang oleh anak - anak. Bagian terseru tentunya memandikan kuda, semua ingin menyikat badan kuda, menyiram air yang berujung anak - anak ikutan mandi, hehe...
Pada kesempatan itu, setiap anak hanya membayar 25 ribu untuk menikmati berkuda dan memanah. Sudah sangat murah meriah dan anak - anak sangat senang dan berkesan tentunya. Yuk, yang di medan coba datang langsung. 😊



Komentar